Jumat, 01 Maret 2013

Masih Seputar Rasa Cinta

Membicarakan cinta ibarat memperbincangkan keberadaan udara. Begitu abstrak. Tidak bisa disentuh apalagi di pegang. Namun ia mampu dideteksi keberadaannya. Membicarakan cinta masih saja menjadi topik yang begitu hangat dan tidak parnah bosan bagi pera pecandu cinta. Ya, cinta itu candu. Yang mengubah amarah menjadi senyum simpul malu merona nan semu sangat cantik memekarkan bunga. Yang mengubah penakut menjadi pemberani dalam sekejab. Yang secara refleks seorang Ayah rela tersrempet sepeda motor untuk menyelamatkan putranya yang sedang terancam bahaya di jalan raya. Seorang ibu yang rela mengandung putra kesayangannya selama 9 bulan dengan keletihan yang bertambah-tambah, betapa sakit yang ia rasakan ketika sang mungil lahir dan menangis memecah keheningan malam diantara derai airmatanya yang mengharu biru bahagia melihat putranya lahir begitu moleknya. Itulah cinta wahai saudariku. Masih banyak definisi cinta yang tak tertulis oleh pena-pena kecil. Cinta bukanlah hanya dari seorang pemuda yang menyatakan bahwa ia mencintaimu wahai saudariku, tapi cinta lah yang membuat pemuda tersebut berkomintmen atas apa yang ia haturkan di hadapan wali mu. Ia yang berani meminta gadis yang sangat dicintai oleh orangtuannya.