“ WA MAN ASHDAQU MINALLAHI QIILAA = “ Dan siapakah yang
lebih benar perkataan-nya dari ( perkataan ) Allah ? ( An Nisaa” , 4 :
122 )“ Sesungguhnya ucapan yang paling benar adalah Kitabullah ( Al Qur’an ) dan sebaik-baik jalan hidup ialah Jalan hidup Muhammad “ ( HR. Muslim )
( “ Jalan Kebenaran Hidup = Al Qur’an Untuk Kehidupan Benar = kehidupan Rasululloh saw. “ )
Adab berbicara tak lepas dari komunikasi sesama manusia. Terlebih bagi mereka yang memiliki profesi pekerjaan dalam bidang komunikasi, guru, penyiar, presenter atau bahkan para penjual. Namun dalam hal ini bukan sekedar berkomunikasi dalam khlayak umum. yang lebih ditekankan adalah bagaimana seorang muslim hendaknya menjaga adab dalam berbicara entah di manapun ia berada.
Bicaralah yang benar dengan cara yang baik
Berawal dari kalimat diatas maka akan disajikan beberapa surat dalam Al-Qur'an sebagai berikut:
1. Yang Maha Pemurah , Yang telah mengajarkan Al Qur’an. Dia menciptakan manusia . Mengajarkannya pandai berbicara ( Ar Rahman , 55 : 1 - 4 )
2. “ Musa berkata ( berdoa ) , “ Wahai Tuhan-ku , lapangkanlah bagiku dada-ku , dan mudahkanlah bagiku pekerjaan-ku , dan bukakanlah ikatan dari lidahku, ( agar ) mereka memahami ucapan-ku .” ( Thaahaa , 20 : 25 – 28 )
3. “ Hai orang yang beriman , bertaqwa - lah kamu kepada Allah , dan katakanlah perkataan yang benar ; niscaya Allah memperbaiki bagimu amal-amal-mu dan meng - ampuni bagi-mu dosa-dosa-mu , … “ ( S. Al – Ahzab , 33 : 70 - 71 ) ,
4. “ ( Muhammad ) berkata , “ Tuhan-ku mengetahui pembicaraan di langit dan di bumi. Dan DIA Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” ( Al Ambiyaa’ , 21 : 4 )
5. “ Sesungguhnya DIA mengetahui perkataan yang jelas dan mengetahui apa yang kamu sembunyikan.” ( Al Ambiyaa’ , 21 : 110 )
6. Hai Orang yang beriman bertaqwalah kamu kepada ALLAH , dan katakanlah perkataan yang benar , nicaya ALLAH memperbaiki bagi mu amal amal mu dan mengampuni bagi mu dosa dosa-mu.” ( Al Ahzab , 33 : 70 – 71 )
7. “ Fitnatu asyaddu minal qatli = Fitnah itu lebih berbahaya dari pembunuhan.” ( Al Baqarah , 2 : 191 , Al Buruuj , 85 : 11 , An Nuur , 24 : 11 - 15 dan 23 - 24)
Dalam masyarakat jawa di kenal dengan istilah "Ajining diri ono ing lathi". baik buruk seseorang diukur dari hati yang tercermin pada perkataa dan kelakuan. Gunakan lisan kita sebagai lisan yang bermanfaat yang menuturkan hal yang bermanfaat untuk sesama.