Rabu, 17 Juli 2013

Surat Untuk Calon Suamiku



Kepada yth
Calon suamiku
Di bumi Allah

Assalamualaykum warakhmatullohi wabarakatuh.
Apakabar imanmu hari ini wahai calon suamiku?
Semoga sinaran taqwa dan keteguhan hati senantiasa menaungi setiap langkahmu
Bagaimana dengan segengam asa jihadmu?
Semoga tiada keraguan yang bersemanyam di dalamnya.
Wahai calon imamku
Aku tahu, kerinduan yang paling tinggi adalah kerinduan syahid di jalan-Nya
Aku paham, cinta yang paling agung adalah cinta berpondasikan atas nama-Nya
Engkaupun tahu
Bagaimana Allah dan Rasulullah memuliakanku
Bagaimana aku harus menjaga kehormatanku, pandanganku dan simpanan ilmu dalam diriku
Wahai calon imamku.
Sering aku meneteskan air mata pertanyaan yang aku tidak tahu jawabannya
Aku tak mengerti kenapa Allah selalu mengujiku ditempat yang paling rapuh pada diriku
Tepat pada segumpal darah dalam diriku hingga aku merasa kepayahan
Namun kini aku mengerti wahai calon suamiku
Kenapa Allah mengujiku berkali-kali
Allah selalu mengujiku dimana titik kelemahanku berada
Tepat pada hati dan perasaanku yang paling halus
Itulah tempaan khusus untukku
Karena, Allah ingin aku menjadi mujahidah Al-Khonsa
Yang dewasa dan tangguh menghadapi gemerlapnya dunia fana
Ya, calon suamiku,
Entahlah, di bagian bumi mana saat ini engkau berada
Aku tidak tahu
Namun, aku sangat yakin
Saat ini engkau juga tengah dalam ujian kasih sayang dari Allah
Seperti pada diriku
Aku juga sangat yakin, Allah kini tengah melatih dirimu
Untuk bersiap diri menjadi mujahid sejati
Wahai calon suamiku
Tiada yang kuharapkan dari dirimu selain keshalihan
Bagaimana dengan engkau atas diriku?
Semogapun demikian
Bukan kecantikan wajah dan kemanjaan tutur kata yang kau harapkan
Karena apabila kecantikan wajah yang kau harapkan,
Maka suatu saat aku pasti akan keriput dan tua
Maka, kau hanya akan mendapatiku dalam kesia-siaan
Namun,  jika yang kau harapkan dariku adalah berbaktiku padamu karena-Nya
Maka, kupersiapkan yang terbaik untuk dirimu
Aku masih sangat rapuh dan haus akan ilmu
Tapi, dengan segengam ilmu yang telah kugenggam saat ini semoga mampu menguatkan hatiku untuk mendampingimu
Wahai calon suamiku
Tatkala aku masih dalam asuhan Ayah Bunda
Tiada yang diharapkan dari keduanya pada diriku
Selain menjadi seorang putri yang sholehah
Agar menjadi simpanan amalan untuk keduanya
Namun, tatkala ijab telah diucapkan
Hingga kau dan aku disatukan dalam satu ikrar atas nama Allah dan Rasulullah
Lalu berguncanglah langit ketujuh tatkala qobul kau ucapkan
Seandainya aku harus menghirup nanah dan darah yang keluar dari hidungmu
Sungguh itu belum seberapa derajat jika dibandingkan dengan amanah yang kau pikul setelah kau ikrarkan janji tersebut
Karena begitu beratnya amanah yang telah kau sanggupi atas diriku
Aku ikhlas menjadi pendamping yang sholehah untukmu
Wahai calon suamiku
Engkau harus tahu
Aku seorang yang sangat pencemburu
Namun, jika engkau mencintai Allah dan Rasulullah lebih besar daripada cintamu untukku
Aku ridho menerimanya
Agar kelak, kita kembali dipersatukan dalam naungan syurga-Nya
Dan hanya aku yang menjadi bidadari terindah untukmu
Aku ikhlas menerimamu, karena engkau yang aku butuhkan
Meski dirimu bukan orang yang kuharapkan
Hingga ...
Kelak akhirnya kita dipertemukan dalam balutan tirai syariat
Aku bangga memiliki mujahid sejati seperti engkau
Begitupun kau, bahagia memiliki teman mengarungi bahtera kehidupan seperti diriku
Atas nama Allah dan Rasul-Nya
Kita bersama menjejakkan kaki
Wahai calon suamiku
Meski kau menempatkanku dalam suatu gubuk beratap rumbai
Bukan istana berkubah emas dengan permata berjuntai
Bagiku itu bukan penjara derita
Namun, itu kuanggap sebagai markas dakwah kita
Dan tempat tumbuhnya mujahid-mujahid kecil kita kelak
Bantu aku mendidik mereka dengan ilmu bermanfaat dan tunduk kepada Tuhannya
Nafkahi keluarga kita dengan harta halal dari keringatmu
Calon suamiku yang dirahmati Allah
Bersabarlah
Kuatkan azzammu, teguhkan imanmu, maksimalkan ilmumu
Bunga hanya akan indah ketika sudah waktunya untuk mekar
Doa cinta terindah kupanjatkan untukmu
Agar kau senantiasa ingat, lebih baik kepala ditusuk dengan besi panas daripada menyentuh wanita bukan mahrammu
Dan semoga, jalan kita dimudahkan dalam lingkup indah syariat-Nya
Sampai, kita mampu saling memberikan yang terbaik
Untuk Allah dan Rasulullah, untukmu, untukku dan untuk generasi kita sebagai penerus perjuangan para nabi
Sekian dulu surat dari calon istrimu
Semoga Allah selalu menjaga imanmu
Salam sayang dan rindu selalu
Wassalamu’alaykum warakhmatulullohi wabarakatuh
Tertanda
Calon Istrimu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar