Rabu, 26 Maret 2014

Bolehkah Saya Cemburu?


Didunia ini siapa yang tidak pernah merasakan cemburu?. Ya, cemburu merupakan hal yang wajar saat seseorang apabila sesuatu yang memiliki kepentingan bagi dirinya disaingi atau direbut. Dalam sabda rasulullah saw dari Abu Hurairah : " Allah itu pencemburu dan seorang mukmin juga pencemburu, Kecemburuan Allah itu bila ada seorang hamba datang kepada-Nya dengan perbuatan yang diharamkan-Nya. (HR. Bukhari ). 
Tapi sayang, ketika masa ABG sedang menyambangi, apabila ditanya apa itu cemburu maka akan mengidentikkan dengan lawan jenis yang biasa ia sebut dengan pacar, gebetan, doi, lebby, dsb, dst, dll, etc.
"Bagaimana tidak cemburu, tiap aku buka FB pasti ia sedang asik koment-komenan dengan cewek lain, dia suka like-like status cewek-cewek lain, aku pengin dia tu tau kalau aku cemburu akan hal itu."
hmmmm..lucu ya, penggalan curhatan adik kita diatas. Sejenak mari kita bicara mengenai cemburu. Mari duduk, mari bicara (ini bukan iklan teh celup hlo ya).
 Kecemburuan yang dikenal dalam bahasa Arab sebagai ghoirah dan dalam bahasa Inggris disebut jealousy merupakan gejala fitrah, wajar dan alamiah dari seseorang sebagai rasa cinta, sayang dan saling memiliki, melindungi (proteksi) dan peduli. Namun pada kenyataan keseharian rasa, cemburu tidak jarang mendapatkan stigma dan konotasi yang selalu negatif sebagai bentuk ekspresi dan refleksi yang tidak pada tempatnya, norak, egois, curiga dan sebagainya. Memang pada umumnya, akan terasa menyesakkan dan hidup dalam kesengsaraan dan penderitaan bila seorang wanita selalu dibayangi perasaan cemburu.
" Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah;mereka mencintai sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cintanya kepada Allah..." (QS.Al-Baqarah: 165)
 
Cemburu? Boleh kok.
"Cemburu itu boleh gak sih kak?" Tanya adik binaanku.
"Cemburu sangat boleh dan dianjurkan". 
"Dianjurkan? Serius?"
Emmm... Blum selesai, masih ada kelanjutannya. Mari kita kupas bersama.
 Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah menjelaskan,cemburu itu ada dua macam. Yaitu cemburu karena kekasih, dan cemburu terhadap kekasih.Apakah bedanya? Cemburu karena kekasih adalah semangat yg menggelora dan marah jika kekasihnya itu diremehkan haknya, direndahkan kehormatannya, dan mendapat gangguan dari pihak lain (rivalnya). Cemburu ini adalah kecemburuan hakiki yang merupakan manifestasi rasa cinta. Cinta yang sedemikian besar, sehingga sang pencemburu merasa nothing to lose untuk mengorbankan raga, harta, bahkan jiwanya demi sang kekasih,sampai penyebab cemburunya itu hilang dan
sirna.Cemburu yang kedua, adalah cemburu terhadap kekasih...? cemburu yang kedua ini adalah kemarahan dan ketersinggungan orang yang jatuh cinta terhadap pihak lain yang juga mencintai kekasihnya. Baik sang kekasih mengabaikannya, apalagi bila sang kekasih menyambutnya.
1. Cemburu karena Allah.
Everything jika sudah diserahkan pada Allah tidak akan ada yang sulit apalagi merasa terbebani. Serahkan pada Allah. Jika itu baik pasti Allah mudahkan dengan cara yang baik pula dan mungkin tidak terjangkau dengan akal manusia. Seorang mukmin itu pencemburu, dan Allâh lebih-lebih lagi kecemburuan-Nya (tatkala kemaksiatan terjadi-pent).” (HR. Muslim: 2761)
Bahkan Ibnul Qayyim rahimahullâh berkata dalam kitabnya ad-Dâ’ wad-Dawâ’:
“Pokok agama adalah Ghairah (cemburu). Siapa saja yang tidak memiliki rasa cemburu, maka (seolah) tidak ada agama untuknya.”
2. Cemburu dalam beramal shalih.
Siapa yang tak ingin menjadi seorang hamba yang disayang oleh Allah. Saat kita dengar ada teman kita yang sudah lulus ujian tahfidz, ada perasaan cemburu? Bagus, dengan begitu gunakan energin cemburu itu untuk memperbaiki amalanmu di hadapan Allah. ikuti prestasinya, ikuti jejaknya. Maka dengan cemburu kita berlomba dalam kebaikan.

Maka, kitapuN seharusnya....
  1. Selalu mengikatkan hati, lisan dan perbuatan pada aturan Allah. Hindari dari lisan yang mencaci maki, menghujat apalagi menghinakan, karena pasti akan menyakiti hati pasangan.
  2. Perbanyaklah berdzikir untuk menenangkan hati. Sibukkan diri dengan membaca Al-Quran, dan kalimah dzikrullah yang dituntunkan seperti subhanallah alhamdulillah laa illaha illallah Allahu Akbar.
  3. Memilih sabar dalam mengendalikan cemburu. Sesungguhnya sabar adalah penolong dan memiliki pahala tanpa batas.
  4. Berdoa memohon pertolongan Allah SWT dan membasahi hati serta lisan dengan istighfar. Pahami bahwa tanpa Allah, kita tak punya daya apa-apa.
  5. Selalu mengingat mati.

    Dan pada lawan jenis? Aku cemburu padamu apabila kau mengkhianati Robb-mu wahai kekasih halalku. :)

    Kota berseri Solo
    Nissa Asy-Syifa
    27 Maret 2014 di Perpustakaan Pusat Universitas Sebelas Maret

Selasa, 04 Maret 2014

"Ibu, tiada wanita yang paling kukagumi di dunia ini selain engkau."

Pernah suatu hari saya bertanya pada Ibu.
"Ibu, ibu kecewa tidak dengan anak-anak ibu yang sudah di rawat dengan susah payah, di sekolahkan dengan biaya yang tidak sedikit, tapi sekarang, anak-anak ibu sudah berumah tangga semua, sedang kehidupan ibu kini juga tidak berubah. Masih seperti yang dulu, hidup dengan cara yang sederhana, rumah tetap dari bilik bambu yang usang. Tidak seperti tetangga kita yang anaknya hanya disekolahkan sampai SMP tapi mampu membelikan sawah, membuatkan rumah, dan membelikan sapi untuk orang tuannya. Ibu pasti ingin seperti mereka kan bu, punya rumah yang layak, punya sawah yang luas, punya ternak yang banyak. Maafkan kami ya bu."
Dengan penuh kelembutan sang ibu berkata.
"Wahai putriku yang cerdas, demi Allah yang ditangan Nya semua makhluk tunduk, sungguh tiada yang lebih membahagiakan seorang ibu selain memiliki putra putri yang sholih dan sholihah, yang berprestasi, yang mampu menghibur hati ibu karena telah menjadi amanah yang baik. Biarpun hingga akhir hayat ibu tetap berkehidupan seperti ini, kesyukuran yang tak terhingga akan selalu ibu panjatkan pada Allah. Ibu bukan seorang pedagang yang memikirkan untung rugi hidup didunia saat menerima amanah dari Allah. Bukan rumah, bukan sawah apalagi hanya binatang ternak, bukan itu yang ibu harapakan saat putra putri ibu telah dewasa. Ketika putra putri ibu sudah berumah tangga masing-masing itu adalah hal yang paling membahagiakan di banding itu semua. Ibu juga tidah merasa kepayahan saat harus merawat dan bekerja untuk kalian. Karena ibu yakin, Allah yang pantas menghargai itu semua, bukan makhlukNya. Yang Ibu harapakan adalah doa kalian saat ibu nanti telah tiada. Agar ibu bangga di hadapan Allah bahwa ibu telah mampu menjaga amanah dari Nya." Ujar Ibu.
"Ibu, tiada wanita yang paling kukagumi di dunia ini selain engkau."
"Demikian pun ibu anakku, tiada yang paling membahagiakan hati ibu selain mendapat amanah yang baik sepertimu dan kini telah beranjak dewasa dan siap menjadi seorang pendamping."
"Ah, Ibu," merona malu.

Alloohummaghfirlii waliwaalidayya war hamhumaa kama rabbayaanii shagiiraa
Ya Allah, ampunilah aku dan Ibu Bapakku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil.