Kamis, 05 Juni 2014

Cukuplah Karena Sholihmu Aku Menerimamu

Pertemuan dan perpisahan adalah titik balik kehidupan manusia, sebab tiap detik adalah milik Allah. Hidup, Mati, Bahagia, Celaka semua telah diatur dng sempurna. Begitupun takdir pertemuan ini. Telah diatur dengan cukup rijid oleh Maha Penggengam takdir terbaik setiap makhluk Nya.

=> kok dia tak tampan?!... saya mengkhususkan cita-cita untuk meniti dan merajut sakinah bersamanya bukan sebatas dalam pandangan mata.
=> Apa Karena ia memiliki gelar insinyur?!... Apalah arti sebuah gelar. Toh gelar yang pasti setiap manusia adalah Almarhum. Saya hanya berharap sinergi dalam visi misi.
=> Bagaimana jika nanti kamu tidak bahagia?!... Hakikat pemilik kebahagiaan adalah dari Allah. Sebab Kita tak bisa saling membahagiakan, namun senantiasa mencoba membangun kesyukuran.
=> Tapi strata kalian berbeda?!... perbedaan kami itu yang ingin kami rajut dan kami tuai dalam taat, agar mampu berbuah rahmat.
=> Taukah engkau ia pun memiliki masa lalu yang mampu membuatmu cemburu?!... saya mencintai untuk masa depannya bukan masa lalunya.

# Saya tak berharap banyak atas ia selain ketegasan dan perasaan tunduk pada Robb nya. Ia yang mampu menjaga amanah dng sebaik baiknya. Cukuplah bagi saya seorang pemuda yang datang dengan penuh rasa malu yang terbalut dalam ketegasan menjaga kehormatan. Seorang pemuda yang tertunduk di hadapan seorang gadis untuk menjaga hati dan kecintaan terhadap Robb nya. Seorang pemuda cerdas seperti sahabat Rasulullah, Salman Al-Farisy. Tak perlu seorang pemuda yang pandai bermanis kata, Karena saya yakin kau pemuda penuh komitmen. Cukup karena sholihmu aku menerimamu.

2 komentar:

  1. subhanallah..

    Mampir ke blogku dong jadi member.
    makasih

    micheliaalba79.blogspot.com

    BalasHapus