Rabu, 12 Februari 2014

Hawa Tercipta dengan Kemuliaan

Dalam ayat 35, Allah Ta’ala memberitahukan tentang pemuliaanNya terhadap Adam dan isterinya, Hawwa’, dimana Dia Ta’ala membolehkan keduanya untuk berdiam di surga dan menikmati makanan yang ada didalamnya sesuka hati kecuali sebuah pohon yang tidak boleh didekati dan dimakan buahnya agar keduanya tidak menjadi orang-orang yang zhalim.
Kemudian dalam ayat 36, Allah Ta’ala memberitahukan bahwa syaithan telah menjerumuskan Adam dan isterinya ke dalam dosa. Dia berhasil membuai dan memperdaya keduanya untuk memakan buah pohon terlarang tersebut. Lalu keduanya tergiur dan memakannya, maka seketika itu juga kehormatan keduanya tersingkap sehingga tidak pantas lagi menetap di surga. Keduanya lalu diturunkan ke bumi bersama musuh bebuyutan mereka, Iblis untuk hidup disana dimana masing-masing mereka saling bermusuhan hingga akhir kehidupan.
Sedangkan dalam ayat 37, Allah Ta’ala memberitahukan bahwa Adam menerima beberapa kalimat taubat dari Rabb-Nya Ta’ala, yaitu ungkapan “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi” (Q.S. 7 Al-A’râf: 23). Keduanya mengucapkan kalimat tersebut sebagai bentuk taubat kepada Allah, maka Allah-pun menerima taubat mereka sebab Dia Maha Pemberi taubat dan Maha Penyayang.
Dari ayat diatas merupakan satu pembantahan terhadap peranggapan yang menyatakan Hawa la yang menyebabkan Adam di usir dari syurga, serta menganggap bahwa wanita adalah sumber dari segala petaka. mari kita buka kembali Al-Baqoroh ayat 30 :
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." 
Bahwa bumi di amparkan untuk manusia. Syurga merupakan kampung kembali bagi orang yang lulus ujian keduniaan dari Allah. 
Kembali kepada fitrah terciptanya Hawa. Hawa di gambarkan sosok  pemdamping Adam. Tak satupun di temukan dalam ayat Qur'an bahwa Hawa merayu Adam untuk memakan buah larangan. yang ada yakni Syetan membujuk rayu baik Adam maupun Hawa untuk memakakan buah larangan tersebut. Itulah kemuliaan seorang wanita. secara khusus kisah tenang wanita Allah sisipkan dalam QS. Maryam, ayat khusus untuk Aisha istri Rasulullah saaat di fitnah. Allah muliakan kedudukan wanita sebagaimana mestinya. Bukan seperti apa yang di gambarkan dalam kisah-kisah masyarakat jahiuliyah, bahwa wanita racun dunia. 
Rasulullah sendiri adalah seseorang yang paling romantis yang menyematkan pengambaran tenang sosok wanita muslimah. 
Abdullah bin Amr radhiallahu ‘anhuma meriwayatkan sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam: “Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim no. 1467.
Siapa dia? Dialah kita. Kita yang senantiasa menjaga kemaluannya dan kemuliaannya.
Kenapa harus dijaga? Karena secara langsung Allah dan Rasullah memuliakan kita dalam firman Allah maupun Hadis Rasul-Nya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar