Goresan Berakhirnya Satu Usia
Hari ini aku dahulu pernah dilahirkan
Dari rahim seorang wanita yang begitu anggun
Terima kasih atas segala doa yang terucap
Sebuah kata yang menurutku bermakna
Kata yang tidak terwakilkan oleh lelehan airmata
Terima kasih
Atas segala
Pengorbanan
Ketulusan
Cinta
dan segala naungan
untuk keluargaku dan handai tolan tercinta
salam cinta, sayang, dan rindu selalu
UNS Solo, 12 September 2012
Special teruntuk Abah dan Umi tercinta
dan Kakak-kakakku tersayang. Sepucuk surat harapanmu telah aku patri dan kan ku wujudkan. Gadis kecilmu yang dulu selalu menangis saat kau goda kini telah berada di pelataran cita yang haus selalu akan doa ter-indah dari para motivator hidupku. :) ;)
Rabu, 12 September 2012
Curhat_Semakin Bertambah Umur, Semakin Bertambah Kebaikan ataukah Dosa?
Semakin Bertambah Umur, Semakin Bertambah Kebaikan ataukah Dosa?
20 tahun silam persis seperti tanggal dan bulan ini tangisku yang pertama muncul setelah seorang ibu yang cantik berjuang antara hidup dan mati. Simbahan darah menyelimuti sekujur tubuhku. Meski aku menangis dengan kerasnya, namun semua orang tersenyum melihatku. Anak ke-4 dari keluarga harmonis Achmad Tamami dan Ibunda Sri Aminah lahir dengan jenis kelamin perempuan. Wajahnya bulat cantik. secantik rembulan yang pada malam itu tanggal 14 hijjriyah dimana bulan sedang purnama. Tubuh bayi tersebut juga gempal menggemaskan. Kini genap sudah calon generasi pejuang di keluarga itu menjadi empat orang. 2 Mujahidin dan 2 Mujahidah.
Begitulah sedikit gambaran 20 tahun yang silam ketika gadis pemilik blog ini lahir. terkesan lebay memang. Namun tak apalah. Dalam sastra tak ada kata lebay bersarang disana. Kini bayi yang bertubuh gempal itu telah tumbuh menjadi dewasa. Gadis yang memiliki nama Pena Zukhrufannisa Asy-Syifa ini sedang menempuh studi S1 Sastra Indonesia di Universitas Sebelas Maret Solo. Sembari disela-sela kuliah, gadis yang pernah mendapat julukan si senyum 228 oleh seorang dosen dari FKIP ini juga berprofesi sebagai seorang penyiar di sebuah radio dakwah bernama persada fm di bawah naungan lembaga dakwah MTA (Majelis Tafsir Al-Qur'an) yang ada di Solo. Gadis yang senantiasa murah senyum, begitulah mengapa ia diberi julukan senyum228, dua centi ke kanan, dua centi ke kiri, tahan 8 jam. :).
Kembali ke umurku yang telah berlalu 20 tahun sudah. Di hari yang bertepatan 20 tahun aku hidup di dunia ini aku ingin mencoba meraba-raba kembali apa yang telah aku hasilkan selama 20 tahun ini. Rasanya sungguh menyesakkan dada. Banyak hal yang telah ku sia-siakan. Banyak Hal yang selalu kuremahkan. Serta setumpuk dosa yang telah mengunung selama 20 tahun. Yang siap tuk meguburku hidup-hidup di liang kenistaan bernama neraka. kalopun bisa kuraih kembali lembaran putih kertas, akan kutulis hanya dengan tinta emas kebaikan. Bukan dengan tinta lumpur dosa.
20 tahun silam persis seperti tanggal dan bulan ini tangisku yang pertama muncul setelah seorang ibu yang cantik berjuang antara hidup dan mati. Simbahan darah menyelimuti sekujur tubuhku. Meski aku menangis dengan kerasnya, namun semua orang tersenyum melihatku. Anak ke-4 dari keluarga harmonis Achmad Tamami dan Ibunda Sri Aminah lahir dengan jenis kelamin perempuan. Wajahnya bulat cantik. secantik rembulan yang pada malam itu tanggal 14 hijjriyah dimana bulan sedang purnama. Tubuh bayi tersebut juga gempal menggemaskan. Kini genap sudah calon generasi pejuang di keluarga itu menjadi empat orang. 2 Mujahidin dan 2 Mujahidah.Begitulah sedikit gambaran 20 tahun yang silam ketika gadis pemilik blog ini lahir. terkesan lebay memang. Namun tak apalah. Dalam sastra tak ada kata lebay bersarang disana. Kini bayi yang bertubuh gempal itu telah tumbuh menjadi dewasa. Gadis yang memiliki nama Pena Zukhrufannisa Asy-Syifa ini sedang menempuh studi S1 Sastra Indonesia di Universitas Sebelas Maret Solo. Sembari disela-sela kuliah, gadis yang pernah mendapat julukan si senyum 228 oleh seorang dosen dari FKIP ini juga berprofesi sebagai seorang penyiar di sebuah radio dakwah bernama persada fm di bawah naungan lembaga dakwah MTA (Majelis Tafsir Al-Qur'an) yang ada di Solo. Gadis yang senantiasa murah senyum, begitulah mengapa ia diberi julukan senyum228, dua centi ke kanan, dua centi ke kiri, tahan 8 jam. :).
Kembali ke umurku yang telah berlalu 20 tahun sudah. Di hari yang bertepatan 20 tahun aku hidup di dunia ini aku ingin mencoba meraba-raba kembali apa yang telah aku hasilkan selama 20 tahun ini. Rasanya sungguh menyesakkan dada. Banyak hal yang telah ku sia-siakan. Banyak Hal yang selalu kuremahkan. Serta setumpuk dosa yang telah mengunung selama 20 tahun. Yang siap tuk meguburku hidup-hidup di liang kenistaan bernama neraka. kalopun bisa kuraih kembali lembaran putih kertas, akan kutulis hanya dengan tinta emas kebaikan. Bukan dengan tinta lumpur dosa.
Selasa, 11 September 2012
Opini_Hari aksara? Sudahkah kita menulis hari ini?
Hari
aksara? Sudahkah kita menulis hari ini?
Hari aksara yang jatuh pada hari 11
september ini merupakan lecutan kecil bagi para intelek yang bergelut dalam
wadah bernama fakultas sastra. Seberapa aksara yang telah dituangkan untuk
memberikan sumbangan ide terhadap negara yang sedang dilanda krisis akan
orang-orang kritis nan solutif. Sekarang yang kita temui di negara tercinta ini
mungkin bisa dibilang hanya orang-orang yang mencaci tanpa solusi. Sejuta
naskah yang tersimpan dalam sebuah museum yang tak terurus seakan telah menjadi
satu onggokan sampah yang tidak berharga. Negara berkembang tenggah disibukkan
oleh perkembangan teknologi yang saat ini sedang menggila dipasaran. Bukan
untuk bersaing menciptakan teknologi yang lebih canggih dari yang sudah ada
saat ini, namun untuk memburu memiliki dan memuaskan nafsu konsumtifnya. Maka
tak heran bila negara-negara maju yang mampu menciptakan teknologi canggih
tersebut memasukkan produk mereka ke negara yang penduduknya mudah dirayu
dengan harga murah dan selalu silau akan fasilitas yang ditawarkan.
Kemakah kita harus kembali mencari
kiblat untuk menyetir kembali negara ini? Cobalah sedikit berfikir dan mulai
memutar balikkan dayung pikir kita menuju ke masa silam. Dimana para negarawan
masa lampau mampu menjayakan negara mereka. Kita mulai dari pemerintah para
khalifah Islam. Seperti khalifah Abu Bakar Ash-Shidiq yang mampu menuntaskan
segala pemberontakan yang terjadi dengan sikapnya nan lemah lembut. Amirul
mukminin Umar bin Khattab yang begitu tegas dan bijaksana dalam memerintah,
sehingga pernah ada satu riwayat yang mengatakan bahwasanya setan pun takut
ketika umar datang. Ataukah kita tenggok dalam kisah para daulah umat Islam
yang telah berjaya mencetak para cendekiawan muslim yang telah berhasil
mengolah ilmu pengetahuan yang menjadi acuan dalam mempelajari suatu ilmu, jauh
sebelum orang-orang Eropa mengambil dan mengklaim penemuan ilmu pengetahuan
tersebut. Daulah bani Umayah, Bani Abbasiyah, yang ketika mencapai puncak
kejayaan telah mencetak para ilmuwan cendekia muslim seperti Ibnu Sina . Itulah
sedikit gambaran contoh tentang khalifah umat Islam yang telah berhasil memerintah dan pernah
menguasai 21/3 dunia. Di
Indonesia pun kita kaya akan contoh pemimpin yang benar-benar sosok seorang
pemimpin. Dimulai dari masa jaman Majapahit yang mencapai masa keemasan saat
pemerintah Raja Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada. Dengan sumpahnya yang
terkenal dengan sumpah palapa Gajah Mada mampu menyatukan Nusantara dalam
persatuan. Serta masih banyak lagi contoh sosok pemimpin yang patut kita
jadikan referensi untuk mencari sosok pemimpin masa sekarang. Lalu dimanakah
kita mampu mencari referensi tersebut? Kita mulai buka kembali lembar-lembar
usah yang kertasnay telah usang tersebut. Ada sebagian yang terdapat dalam
ruang kaca dan hanya orang-orang yang berkepentingan untuk meraih gelar yang
mau melihatnya. Padahal jika kita tahu, berapa banyak kisah serta contoh
bagaimana pemimpin pendahulu kita berhasil memperbaiki sebuah negara hingga
mencapai kejayaan.
Hari aksara. Kita kembali
mengaksara. Kita kembali membuka dan mencari solusi untuk negara kita yang tengah
krisis kepemimpinan. Kembali ke sastra yang menyimpan sejuta bijak yang masih
terbungkus rapi. Kembali ke laboratorium sastra untuk mendalami naskah kuno
dalam filologi. Meski laboratorium filologi Fakultas Sastra di beberapa
Universitas di Indonesia masih tertinggal jauh dengan laboratorium
Fakultas Kedokteran. Tidak masalah
seberapapun kurangnya fasilitas yang dimiliki, namun seberapakah maksimal dalam
mempergunakan fasilitas yang ada. Selamat hari aksara para sahabat sastra.
Selamat berkarya. Karya kita telah dinantikan tuk kiblat membangun bangsa.
Bangsa kita tercinta. Indonesia. ^.^
Sabtu, 01 September 2012
Dunia sastra_Ekranisasi sastra
PENOKOHAN DALAM FILMISASI “KISAH NABI DAUD”
SEBUAH TINJAUAN
EKRANISASI
A.
Pengantar
Ilmu sastra sangat menarik untuk dipelajari,
karena dalam ilmu sastra tidak hanya mempelajari tentang keindahan dari sebuah
karya. Akan tetapi ilmu sastra dapat menunjukkan keistimewaan, barangkali juga
dapat menimbulkan keanehan yang kemungkinan tidak dijumpai pada bidang ilmu
yang lain. Penelitian yang dilakukan tidak terpacu pada satu objek utama
sehingga penelitiannya pun tidak tentu, kadang-kadang malah tidak karuan.
Untuk mencegah agar hasil penelitian tidak
karuan, maka diberilah batasan-batasan yang tegas yaitu dengan cara melakukan
pendekatan berbeda-beda. Tetapi batasan-batasan tersebut pernah diberikan oleh
para ilmuwan, yang ternyata batasan-batasan itu diserang, ditentang dan
disangsikan atau terbukti tak kesampaian karena hanya berlaku untuk sastra
tertentu. Ataupula sebaliknya, batasan-batasan tersebut ternyata terlalu luas
dan longgar, sehingga ruang lingkupnya pun semakin luas mencakup banyak hal yang
jelas bukan sastra (Teeuw, 1988: 21).
Kata sastra dalam bahasa Jerman asli terdapat
dua kata yaitu Schrifftum yang
meliputi segala sesuatu yang tertulis, sedangkan kata yang lain adalah Dichtung yaitu tulisan yang tidak
langsung berkaitan dengan kenyataan atau bersifat rekaan yang mempunyai nilai
estetis. Dalam bahasa Indonesia, kata sastra berasal dari bahasa Sansekerta
yaitu dari akar kata sas- yang memiliki arti ;mengarahkan, mengajar, memberi
petunjuk atau instruksi. Serta mendapat akhiran –tra yang menunjukkan alat atau
sarana. Secara etimologis, sastra berarti alat untuk mengajar atau buku
petunjuk. Secara harfiah, kata sastra berarti huruf, tulisan atau karangan.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa sastra adalah sebuah karangan atau tulisan yang
diciptakan oleh pengarang dalam rangka untuk memberikan pengajaran atau
petunjuk kepada para penikmat sastra.
Penciptaan karya-karya sastra tersebut tidak
terlepas dari keadaan zaman dan alam sekitarnya, keadaan keluarga, bakat,
historis serta pengalaman pribadi pengarang. Sehingga banyak karya sastra yang
diciptakan sebagai wujud dari cerita-cerita hidup pengarangnya.
Dalam menciptakan sebuah karya, adaptasi sering
dilakukan oleh para seniman, misal dari novel ke film, dari lagu ke film atau
sebaliknya. Hal ini dilakukan agar ada bentuk lain dari karya sebelumnya yang
dapat mengeluarkan imajinasi dari pembaca terhadap suatu peristiwa dalam cerita
yang disajikan. Proses adaptasi ini dilakukan karena novel atau karya
sebelumnya
sudah terkenal sehingga masyarakat dapat menerima kehadiran sebuah karya yang
merupakan adaptasi dari karya sebelumnya tersebut.
Kisah para nabi merupakan kisah yang
terdapat dalam kitab suci umat Islam yakni Al-Qur’an. Keteladanan yang terdapat
dalam kisah para nabi merupakan hal yang sangat positif apalagi bagi anak-anak.
Penyampaian yang disajikanpun haruslah beragam. Misalnya didalam bentuk buku
cerita berkembang menjadi komik kemudian agar penyampaian lebih menyenangkan
maka juga disajikan dalam bentuk film atau visual. Lagu pembuka dari film kisah
Nabi Daud juga semakin menarik anak-anak untuk menyaksikan. Vokal yang
digunakan juga menggunakan suara anak-anak.
B.
Kerangka
Teori
1. Ekranisasi
Istilah ekranisasi yang muncul ke permukaan
sebenarnya bukan dari bahasa Indonesia, tetapi dari bahasa Perancis yang
berasal dari kata ecran memiliki arti
‘layar’. Pengertian tersebut dapat dijabarkan bahwa layar adalah alat untuk
menampilkan gambar yang terdapat di lensa kamera dengan bantuan cahaya yang
diterima.
Ekranisasi adalah proses perubahan dari bentuk
sastra satu menjadi bentuk sastra yang lain dengan tidak mengubah inti dari
bentuk sebelumnya. Perubahan ini dapat berupa pengurangan maupun penambahan
agar karya yang akan dihasilkan memiliki nilai estetis, sehingga dapat
menjaring pasaran. Ekranisasi dapat disebut juga sebagai alih wahana, karena
terjadi perubahan media yang digunakan untuk menyampaikan pesan kepada penikmat
sastra. Perubahan tersebut dapat terjadi pada tokoh yang dibuat sedikit berbeda
dari bentuk sebelumnya dapat juga terjadi pada tempat atau latar bahkan
dialognya pun juga bias dirubah.
Proses perubahan tersebut tidak terlepas dari
pengaruh sosial yang terjadi pada masa dimana sebuah karya sastra dirubah
menjadi bentuk karya lain. Seorang ekranisator yang akan melakukan ekranisasi
terhadap suatu karya sastra, pasti akan menyesuaikan dengan keadaan pada saat
itu. Suatu karya sastra tidak akan dimunculkan apabila tidak ada pesan yang
tidak ingin disampaikan oleh seorang pengarang.
2. Kreativitas
2.1.Kartunisasi
Istilah kartunisasi berasal dari kata kartun
yang mendapat akhiran –isasi. Kata kartun sendiri berasal dari bahasa Itali cartone yang arTinya ‘kertas’. Pada
mulanya kartun adalah penamaan bagi sketsa pada kertas alot (Stout Paper)
sebagai rancangan atau desain untuk lukisan kanvas atau dinding (Wijana, 2003:
4). Kartun dapat diartikan sebagai gambar, gambar hidup yang berupa lukisan
tangan manusia.
Kartun pada dasarnya diciptakan untuk
menghibur, akan tetapi belakangan ini kartun dapat dialihfungsikan sebagai
reaksi dari suatu peristiwa sejarah dalam komunikasi politik. Selain itu,
kartun kaya akan permainan bahasa (pon). Kelucuan-kelucuan ini dapat bersifat
universal dan adapula yang bersifat khas. Kelucuan yang bersifat universal
berarti fenomena itu dapat ditemui pula dalam humor dengan media bahasa yang
lain. Sedangkan kelucuan yang bersifat khas berarti kelucuan tersebut hanya
ditemui dalam kartun berbahasa Indonesia sebagai refleksi kekhasan budaya,
kebiasaan berbahasa dan sistem bahasa (Wijana, 2003: 6).
Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi,
memunulkan suatu kreativitas dari para ilmuwan, yaitu muncunya sebuah istilah
animasi. Istilah itu diadopsi dari bahasa Inggris yaitu animal yang berarti ‘binatang atau hewan’. Dengan demikian, animasi
adalah kartun dengan tokoh yang diperankan oleh binatang yang dapat
digerak-gerakkan dengan menggunakan progran komputer sehingga tokoh tersebut
dapat bergerak, berbicara, dan bergaya layaknya seperti manusia. Kartun dapat
pula didefinisikan sebagai proses menggerakkan objek atau bahkan menggerakkan
cahaya atau kamera virtual (Awaluddin, 2004: 3).
2.1.Pengembangan
Karakter Tokoh
Menurut definisi, karakter berasal dari bahasa
Inggris yaitu dari kata character
yang berarti watak, peran, dan huruf. Karakter juga bisa diartikan sebagai
orang, masyarakat, ras, sikap mental dan moral, kualitas nalar, orang terkenal,
tokoh dalam karya sastra, reputasi dan tanda atau huruf (Minderop, 2005: 2).
Minderop juga mengistilahkan karakterisasi atau dalam bahasa Inggris berarti pemeranan,
pelukisan watak. Metode karakterisasi dalam telaah karya sastra adalah metode
melukiskan watak para tokoh yang terdapat dalam suatu karya fiksi. Pada umumnya
telaah karakter tokoh dalam suatu karya sastra bertujuan akhir, yakni memahami
tema dari karya tersebut.
Seorang tokoh adalah layaknya manusia biasa
yang hidup sehari-hari sebagai makhluk sosial. Dia selalu berinteraksi dan
berkominikasi dengan individu lain serta saling pengaruh-mempengaruhi. Meskipun
tokoh tersebut adalah rekaan, tetapi pesan yang dimainkan merupakan replika
dari kehidupan nyata. Seorang aktor dituntut untuk memiliki imajinasi dan
kreativitas yang tinggi. Dengan kemampuannya tersebut, ia akan berhasil dalam
memerankan setiap tokoh yang dimainkan, sehingga film yang dipublikasikan dapat
diterima oleh masyarakat luas.
Bagi penulis, mengembangkan sebuah karakter
pada tokoh yang natural, menarik, dan dapat diterima oleh masyarakat luas
merupakan sebuah tantangan yang menarik. Artinya, justru di sanalah kreativitas
seorang penulis dipertaruhkan. Ketika tokoh A berbicara, penulis tidaklah
sedang berbicara melalui tokoh itu. Akan tetapi, penulis hanya menyampaikan
inti pesan yang ingin dicapai dengan cara menyampaikannya melalui kata-lata
tokoh A tersebut sesuai dengan watak, lingkungan dan sosial-budaya tokoh A.
hanya dengan cara seperti itu, seorang penulis akan dapat menampilkan seorang
tokoh yang berkarakter, yang hidup secara berbeda dengan tokoh yang lain
(Asura, 2005: 89).
Untuk menghadirkan dan menampilkan tokoh yang
berkarakter jelas, perlu dilakukan pemetaan lingkungan tokoh dengan cara
mendiskusikan sebuah lingkungan di alam nyata. Pendiskripsian lingkungan
tersebut sangat penying, karena di tempat itulah terdapat sebuah interaksi
sosial antarindividu yang saling mempengaruhi baik secara langsung maupun tidak
langsung terhadap perkembangan watak tokoh.
C.Pembahasan
Pengangkatan
visualisasi kartun kisah nabi Daud merupakan adopsi dari kisah Nabi Daud yang
dituangkan di dalam kitab suci Al-Qur’an. Sebenarnya kisah nabi Daud yang
diangkat dalam visualisasi ini merupakan salah satu kisah dari para nabi yang
diangkat ke dalam visualisasi film kartun.
1. Sekilas
tentang film kisah nabi Daud
Visualisasi
yang ditampilkan dalam kartun kiash nabi Daud ini memang cukup sederhana.
Selain untuk mempermudah di cerna oleh anak-anak, kartun ini juga mengisahkan
tentang nabi Daud yang masih kecil. Dimana senjata yang digunakan oleh Daud
kecil yaitu ketapel memang sangat khas dengan dunia anak-anak. Itulah kenapa
dalam film ini memang mensajikan kartun nabi Daud kecil. Agar mudah untuk
menyatu dengan jiwa anak-anak juga akan memberikan kesan kepada anak-anak
bahwasanya seakan-akan itu adalah teman mereka. Film kartun yang disajikan
dengan durasi + 30 menit ini memiliki tujuan agar anak-anak tidak cepat
merasa bosan menonton.
2. Tokoh-tokoh
dalam kartun kisah Nabi Daud
Tokoh-tokoh yang ditampilkan dalam kisah nabi
Daud ini memang sesuai dengan apa yang terdapat dalam Al-Quran. Karena agar
lebih mudah untuk dipahami maka kartun ini hanya mengisahakan tentang kekalahan
raja Jalut yang sanagt kejam oleh nabi Daud. Karena film ini merupakan film
kartun, maka hanya diisi suaranya oleh
Dubber atau pengisi suara dan didalam film ini juga tidak dicantumkan siapa
saja yang berperan sebagai Dubber.
Dalam penayangan para crew pembuatan film pun juga tidak menuliskan siapa saja
Dubber yang berperan dalam film tersebut. Penambahan tokoh cerita dalam kartun
ini untuk memudahkan bagi yang menyaksikan. Seperti misal:
-
Munculnya tokoh seorang bapak-bapak
tua yang sedang di hadang oleh seorang penjahat kemudian datanglah nabi Daud
dengan ketapelnya mampu mengalahkan penjahat tersebut. Ini memberikan suatu
efek fungsi bahwa meskipun masih dalam anak-anak haruslah tetap membela
kebenaran meski hanya bermodalkan ketapel. Maka akan mudah di pahami oleh anak.
E.
Daftar
Pustaka
Asura, Enang Rokajat. 2005. Panduan Praktis Menulis Skenario dari Ikan
sampai Sinetron. Yogyakarta: Andi.
Marsam, Leonardo D, Zulkarnaen Y, dkk. 1983. Kamus Praktis Bahasa Indonesia. Surabaya: CV. Karya Utama.
Minderop, AlberTine. 2005. Metode Karakterisasi Telaah Fiksi. Jakarta:
Yayasan Obor Indonesia.
Modul CERDIK. 2009. Ilmu pengetahuan Alam. Solo: Usaha Mandiri.
Teeuw, A. 1988. Sastra dan Ilmu Sastra: pengantar teori sastra. Jakarta: Pustaka Jaya.
Wijana, I Dewa Putu. 2003. Kartun dan Karikatur. Yogyakarta:
Obor.
http://www.docstoc.com diakses
pada hari rabu 28 desember 2011 pukul 14.00 WIB.
http://septabae.wordpress.com diakses
pada hari rabu 28 desember 2011 pukul 13.30 WIB.
|
![]() |
|||||
![]() |
|||||
|
|
Ilmunya luas
badannya perkasa memahami ilmu perang
Tokoh :
1.
Nabi
Daud
2.
Samuel
3.
Thalut
4.
Orang-orang
Bani Israil
5.
Jalut
6.
Orang-orang
tentara Palestina
A.
Even
kisah “Nabi Daud” adalah sebagai berikut
.
1. Sifat
seorang nabi
a. Berani
melawan kemungkaran.
b. Berani
menegakkan kebenaran.
c. Berani
menerima cobaan seberat apapun.
d. Berkorban
apapun untuk agama Allah SWT.
2. Salah
satu nabi yang terkenal akan keberaniannya adalah nabi Daud
a. Putra
bungsu dari seorang ayah bernama Isya dari Bani Israil.
b. Daud
kecil adalah seorang penggembala domba dan sangat menyayangi binatang.
c. Saat
istirahat ketika sedang menggembalakan dombanya Daud kecil seolah sedang
berbicara dengan domba-dombanya tersebut.
d. Daud
kecil dan keluarganya bahagia hidup sederhana dengan memelihara domba.
3. Kehidupan
Daud dan bani Israil tiba-tiba berubah.
a. Pemimpin
bani Israil tidak adil dan bertindak sewenang-wenang kepada rakyatnya.
b. Bani
Israil juga meninggalkan ajaran nabi Musa dan nabi Harun
c. Dalam
keadaan yang tidak nyaman Bani Israil diserang oleh bangsa Palestina.
4. Allah
mengutus nabi Samuel
a. Nabi
Samuel mengajak bani Israil untuk kembali merdeka tidak terjajah lagi
b. Mengajak
bani Israil untuk kembali ke jalan Allah
c. Bani
Israil bersedia dan meminta kesempatan untuk bermunajat kepada Allah.
5. Setelah
beberapa hari kemudian Samuel mendatangi kaum bani Israil.
a. menunjuk
Talut sebagai pemimpin bani Israil.
b. Bani
Israil tidak setuju karena Thalut bukan siapa-siapa , dia hanya orang biasa,
bukan bangsawan.
6. Penegasan
Samuel tentang Thalut
a. Allah
telah memilih Thalut karena keperkasaannya
dan pengetahuan ilmunya yang luas.
b. Thalut
mengajak kepada bani Israil untuk membuktikan kepantasan Thalut sebagai
pemimpin mereka.
7. Bani
Israil terkejut ketika tiba di rumah Thalut.
a. Dirumah
Thalut ditemukan kitab yang biasa disebut Tabut yang telah lama hilang.
b. Samuel
menjelaskan bahwa itu adalah kitab Tabut nabi Musa dan Harun
c. Kitab
Tabut yang didalamnya terdapat firman Allah yang menenangkan hati
d. Tabut
adalah kitab yang diantarkan oleh malaikat jibril dari Allah kepada Thalut
sebagai tanda bahwa Thalutlah yang ditunjuk Allah untuk tampil menjadi raja
kaum bani Israil.
8. Thalut diangkat
menjadi pemimpin kaum bani Israil
a. Thalut
sangat gigih strategi perang untuk melawan penjajah.
b. Beliau
orang yang sangat disiplin dan amanah menjadi pemimpin.
c. Sebelum
mengajarkan strategi perang Thalit terlebih dahulu melatih calon tentaranya untuk selalu mendekatkan diri
kepada Allah.
d. Daud
yang sudah mulai menginjak remaja ikut bergabung dengan calon tentara Thalut.
e. Daud
sangat senang karena saat untuk melawan penjajah akhirnya datang juga.
9. Pasukan
perang untuk melawan pasukan Palestina dipersiapkan .
a. Seluruh pasukan berbaris dengan gagah berani .
b. Setiap
melewati desa mereka dielu-elukan membuat mereka semakin merasa hebat.
c. Thalut
menjadi khawatir mereka akan menjadi sombong
d. Sepanjang
jalan Thalut terus berdoa agar mereka selalu diberkan jalan yang lurus dan
benar.
10. Saat
perjalanan panas terik matahari seakan membakar dan membuat tenggoroka mereka
menjadi sangat kering.
a. Mereka
merasakan haus yang luar biasa.
b. Persediaan
air minum sampai menipis.
c. Terik
itulah yang kemudian menjadi ujian yang berat bagi mereka.
11. Thalut
memperingatkan kepada pasukannya bahwa didepan ada sungai namun pasukannya
hanya diperbolehkan meminum satu tehukan saja.
a. Dari
jauh tampak sungai yang berkilauan.
b. Pasukan
Thalut yang sangat kehausan melupakan apa yang diperintahkan thalut.
c. Salah
seorang prajuritnya tiba-tiba berteriak
bahwa didepan ada air.
d. Beberapa
tentara langsung berlari dan menanggalkan senjata yang mereka bawa.
e. Mereka
langsung terjun dan meminum air sungai yang airnya sangat segar itu dengan
sepuas-puasnya.
f. Thalut
mencoba mencegah namun gagal, mereka tidak menghiraukan.
g. Thalut
hanya bisa mengelus dada melihat tentaranya kesetanan minum dan mandi air
sungai.
12. Kini
pasukan Thalut tinggal sebagian kecil saja.
a. Diantara
pasukan yang tersisa adalah Daud.
b. Daud
terlihat sanagt gagah dengan ketapel bandringnya.
c. Dia
salah satu bala tentara yang diandalkan Thalut.
13. Meskipun
mereka tinggal sedikit namun mereka tidak mau menyerah.
a. Mereka
terus berjalan untuk berperang melawan pasukan palestina.
b. Tepat
pada saat senja tiba keberanian pasukan thalut menyerang pasukan palestina
terbukti.
14. Saat
mereka mulai kalah dari pasukan bani Israil, pasukan palestina segera
melaporkan kepada panglima Jalut.
a. Jalut
adalah pemimpin pasukan palestina yang terkenal kejam.
b. Senjata
andalan Jalut adalah sebuah gada yang amat besar, sebesar badannya.
c. Jalut
akhirnya turun ke medan perang.
d. Badannya
yang tinggi menjulang, besar dan berbulu terlihat seperti raksasa yang sedang
kelaparan.
e. Gada
yang besar diayunkan kesana kemari membuat banyak pasukan bani Israil terbunuh.
15. Melihat
hal itu, Thalut meminta pasukannya segera
mundur.
a. Pasukan
Thalut naik ke atas bukit dan berlindung di balik batu-batu besar.
b. Thalut
membuat sayembara bahwa barang siapa yang sanggup mengalahkan Thalut akan
dinikahkan dengan putrinya yang bernama Mikyal yang sangat cantik dan baik budi
pekertinya serta Sholehah.
c. Seluruh
pasukan terdiam mendengar tantangan dari Thalut.
16. Tiba-tiba
seorang pemuda maju ke depan dan menerima tantangan itu.
a. Pemuda
tersebut hanya membawa ketapel bandring.
b. Tanpa
gentar dia mengatakan akan mengalahkan Jalut.
c. Pemuda
tersebut adalah Daud, calon nabi Allah.
17. Daud
kemudian berdiri diatas batu besar dan berteriak lantang menantang Jalut.
a. Namun
mellihat badan Daut yang tidak seberapa membuat pasukan palestina
terpingkal-pingkal.
b. Mereka
mengejek keberanian Daud.
18. Namun
ejekan mereka tidak berlangsung lama.
a. Daud
dengan gesit melompat dari batu ke batu dengan teriakan yang menggetarkan .
b. Kemudian
Daud berdiri di hadapan Jalut dengan gagahnya.
c. Suasana
hening melihat keberanian Daud.
19. Tiba-tiba
Jalut memutar gadanya yang besar seperti puting beliung.
a. Daud
yang tidak mau kalah memutar ketapel bandringnya dengan penuh konsentrasi.
b. Daud
yang cerdik teringat ketika beberapa kali membunuh srigala dengan ketapel
bandringnya.
c. Sekarang
akan ia lakukan untuk memmbunuh Jalut yang kejam dan sombong.
d. Daud
melesat sangat cepat.
e. Jalut
tidak bisa mengelak , seperti petir menyambar batu itu mengenai dahi Jalut.
20. Jalut
berteriak keras merasakan sakit yang luar biasa.
a. Gerakannya
pun mulai melambat dan akhirnya terhenti.
b. Badab
jalut yang tinggi besar limbung jatuh ketanah.
c. Malaikat
Izrail mencabut nyawanya.
21. Melihat
kejadian tersebut Thalut tidak membiarkan pasukannya untuk bersorak-sorai.
a. Sambil
berdiri Thalut berteriak lantang untuk menyerbu pasukan palestina.
b. Dengan
semangat luar biasa pasukan Bani Israil turun dari bukit dan menyerbu pasukan
palestina.
c. Pasukan
palestina yang sudah kehilngan pemimpin menjadi kehilangan strategi perang.
d. Satu
per satu mereka gugur.
22. Pasukan
Bani Israil akhirnya memenagkan peperangan.
a. Mereka
kembali menjadi orang yang merdeka.
b. Mereka
sanngat berterima kasih sekali dengan keberanian Daud.
c. Calon
Nabi Allah.
d. Hanya
dengan ketapel bandring, belliau mampu mengalahkan jalut, panglima perang yang
sangat terkenal kebengisannya.
e. Maha
suci Allah dengan segala kehendaknya.
Langganan:
Komentar (Atom)


