Rabu, 12 September 2012

Curhat_Semakin Bertambah Umur, Semakin Bertambah Kebaikan ataukah Dosa?

Semakin Bertambah Umur, Semakin Bertambah Kebaikan ataukah Dosa?

20 tahun silam persis seperti tanggal dan bulan ini tangisku yang pertama muncul setelah seorang ibu yang cantik berjuang antara hidup dan mati. Simbahan darah menyelimuti sekujur tubuhku. Meski aku menangis dengan kerasnya, namun semua orang tersenyum melihatku. Anak ke-4 dari keluarga harmonis Achmad Tamami dan Ibunda Sri Aminah lahir dengan jenis kelamin perempuan. Wajahnya bulat cantik. secantik rembulan yang pada malam itu tanggal 14 hijjriyah dimana bulan sedang purnama. Tubuh bayi tersebut juga gempal menggemaskan. Kini genap sudah  calon generasi pejuang di keluarga itu menjadi empat orang. 2 Mujahidin dan 2 Mujahidah.

Begitulah sedikit gambaran 20 tahun yang silam ketika gadis pemilik blog ini lahir. terkesan lebay memang. Namun tak apalah. Dalam sastra tak ada kata lebay bersarang disana. Kini bayi yang bertubuh gempal itu telah tumbuh menjadi dewasa. Gadis yang memiliki nama Pena Zukhrufannisa Asy-Syifa ini sedang menempuh studi S1 Sastra Indonesia di Universitas Sebelas Maret Solo. Sembari disela-sela kuliah, gadis yang pernah mendapat julukan si senyum 228 oleh seorang dosen dari FKIP ini juga berprofesi sebagai seorang penyiar di sebuah radio dakwah bernama persada fm di bawah naungan lembaga dakwah MTA (Majelis Tafsir Al-Qur'an) yang ada di Solo. Gadis yang senantiasa murah senyum, begitulah mengapa ia diberi julukan senyum228, dua centi ke kanan, dua centi ke kiri, tahan 8 jam. :).

Kembali ke umurku yang telah berlalu 20 tahun sudah. Di hari yang bertepatan 20 tahun aku hidup di dunia ini aku ingin mencoba meraba-raba kembali apa yang telah aku hasilkan selama 20 tahun ini. Rasanya sungguh menyesakkan  dada. Banyak hal yang telah ku sia-siakan. Banyak Hal yang selalu kuremahkan. Serta setumpuk dosa yang telah mengunung  selama 20 tahun. Yang siap tuk meguburku hidup-hidup di liang kenistaan bernama neraka. kalopun bisa kuraih kembali lembaran putih kertas, akan kutulis hanya dengan tinta emas kebaikan. Bukan dengan tinta lumpur dosa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar