Sabtu, 01 September 2012

Resensi Novel - The Lost Java


Resensi Novel The Lost Java
Judul                : The Lost Java
Penulis             : Kun Geia
Editor                : Baharuddin dan Ika Yuliana K
Desain sampul  : Puryani
Layout isi          :Ika Yuliana K
Penerbit            : IG Press
Cetakan            : I, 2012
Tebal                : 363 hlm
            Dunia pernovelan di Indonesia kembali dihadirkan pada sebuah cerita bertemakan cita-cita dan perjuangan. Novel yang bergaya science fiction, “The Lost Java” mengajak kita untuk berpetualang ke kutub selatan dalam misi penyelamatan dunia dari mencairnya es kutub dan perlawanan terhadap konspirasi intelijen internasional. Selain itu novel ini juga mengisahkan cinta yang dikemas irama yang sangat kental akan ilmiah sehingga mampu memberikan nuansa berbeda ditengah maraknya novel percintaan yang mengharu biru seperti saat ini.
            Di novel perdananya ini, Kun Geia mempersembahkan sebuah novel yang begitu lezat. Pembaca seolah-olah diajak untuk ikut dalam petualangan ilmuwan menyelami peristiwa demi peristiwa yang ditajukkan. Dengan gaya bahasa yang mudah dipahami dengan sisipan catatan kaki dari istilah ilmiah yang disajikan, membuat novel ini tak kalah dengan novel garapan Habiburahman. Bahasa yang menghenta-hentak dengan pengambaran peristiwa yang jeli dan runtut membuat pembaca tidak jarang menggeramn gemas.
            Kelebihan adalah keterbatasannya. Diceritakan oleh Kun Geia, tokoh Gia Ihza yang ketika masih bayi mengidap penyakit cardiomyopathy sehingga harus memiliki dua jantung yakni jantung cangkokan yang digunakan untuk menggantikan jantung aslinya yang memiliki keterbatasan. Dibawah pengasuhan seorang profesor Deni, Gia Ihza berhasil meraih gelar Doktor dan memiliki amanah untuk menjalankan misi untuk menyelamatkan dunia dari ancaman global warming yang sebenarnya misi tersebut telah akan dijalankan sebelumnya oleh orang tua Gia, Profesor Deni dan beberapa rekan Profesor lainnya.
            Namun ternyata misi penyelamatan dunia itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perjuangan Dr.Gia dan rekan-rekannya yang tergabung dalam tim WAR harus menghadapi berbagai rintangan untuk menyelesaikan misi mereka. Pendakian puncak Vinson Massif yang begitu dingin. Disertai kondisi dari ketua tim WAR yakni Dr.Gia yang menderita asma cukup menjadikan hambatan perjalanan. Selain itu adanya pengkhianatan dari salah satu tim WAR yang ternyata merupakan mata-mata dari organisasi The Dark Knight. Akhirnya satu persatu dari tim WAR harus gugur dalam misi penyelamatan tersebut.
            Kisah romantisme cinta pun juga tak lupa dihadirkan dalam novel bergaya thriller atau petualangan yang mendebarkan ini. Nilai cinta yang disisipkan sangat kental akan nuansa nilai keislaman. Sampul yang berwarna biru muda menunjukkan kesejukan. Kesejukan yang sangat dirindukan oleh bumi saat ini karena pemanasan global. Dengan cover bergambar bumi yang dikelilingi oleh bangunan bersejarah serta tugu jogjakarta tepat berada di bagian atas menunjukkan bahwa pulau Jawa sebenarnya salah satu sentral aktivitas manusia di bumi. Kun Geia ingin mengajak para pembaca untuk menghadirkan dunia imajinasi seakan benar-benar ada dalam dunia nyata.
            Namun, tipe alur yang berpacu dengan waktu, serta penggambaran aksi dalam novel yang cukup menantang membuat alur cerita terkadang membuat bingung para pembaca. Terkadang, tidak jarang membaca harus mengulangi dari bab awal untuk lebih memahami cerita yang sedang disajikan. Karena science fiction ataupun fiksi ilmiah sehingga banyak istilah asing yang disisipkan. Hal ini membuat pembaca terkadang harus menghentikan kelanjutan cerita karena harus melirik arti istilah tersebut yang terletak di bawah berupa catatan kaki.
            Akan tetapi cerita secara keseluruhan novel ini sangat pas hadir dikalangan kaum muda. Cerita yang menginspirasi, penuh semangat, serta menunjukkan bahwa segala cita-cita yang diimpikan pasti akan tercapai dengan kerja keras yang luar biasa. Terlebih hal tersebut dalam dipersembahkan untuk dunia. Bukanlah hal yang main-main bahkan nyawa dipertaruhkan untuk mewujudkannya.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar