Sabtu, 01 September 2012

Dunia sastra_Ekranisasi sastra


PENOKOHAN DALAM FILMISASI “KISAH NABI DAUD”
SEBUAH TINJAUAN EKRANISASI


A.    Pengantar
Ilmu sastra sangat menarik untuk dipelajari, karena dalam ilmu sastra tidak hanya mempelajari tentang keindahan dari sebuah karya. Akan tetapi ilmu sastra dapat menunjukkan keistimewaan, barangkali juga dapat menimbulkan keanehan yang kemungkinan tidak dijumpai pada bidang ilmu yang lain. Penelitian yang dilakukan tidak terpacu pada satu objek utama sehingga penelitiannya pun tidak tentu, kadang-kadang malah tidak karuan.
Untuk mencegah agar hasil penelitian tidak karuan, maka diberilah batasan-batasan yang tegas yaitu dengan cara melakukan pendekatan berbeda-beda. Tetapi batasan-batasan tersebut pernah diberikan oleh para ilmuwan, yang ternyata batasan-batasan itu diserang, ditentang dan disangsikan atau terbukti tak kesampaian karena hanya berlaku untuk sastra tertentu. Ataupula sebaliknya, batasan-batasan tersebut ternyata terlalu luas dan longgar, sehingga ruang lingkupnya pun semakin luas mencakup banyak hal yang jelas bukan sastra (Teeuw, 1988: 21).
Kata sastra dalam bahasa Jerman asli terdapat dua kata yaitu Schrifftum yang meliputi segala sesuatu yang tertulis, sedangkan kata yang lain adalah Dichtung yaitu tulisan yang tidak langsung berkaitan dengan kenyataan atau bersifat rekaan yang mempunyai nilai estetis. Dalam bahasa Indonesia, kata sastra berasal dari bahasa Sansekerta yaitu dari akar kata sas- yang memiliki arti ;mengarahkan, mengajar, memberi petunjuk atau instruksi. Serta mendapat akhiran –tra yang menunjukkan alat atau sarana. Secara etimologis, sastra berarti alat untuk mengajar atau buku petunjuk. Secara harfiah, kata sastra berarti huruf, tulisan atau karangan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa sastra adalah sebuah karangan atau tulisan yang diciptakan oleh pengarang dalam rangka untuk memberikan pengajaran atau petunjuk kepada para penikmat sastra.
Penciptaan karya-karya sastra tersebut tidak terlepas dari keadaan zaman dan alam sekitarnya, keadaan keluarga, bakat, historis serta pengalaman pribadi pengarang. Sehingga banyak karya sastra yang diciptakan sebagai wujud dari cerita-cerita hidup pengarangnya.
Dalam menciptakan sebuah karya, adaptasi sering dilakukan oleh para seniman, misal dari novel ke film, dari lagu ke film atau sebaliknya. Hal ini dilakukan agar ada bentuk lain dari karya sebelumnya yang dapat mengeluarkan imajinasi dari pembaca terhadap suatu peristiwa dalam cerita yang disajikan. Proses adaptasi ini dilakukan karena novel atau karya
sebelumnya sudah terkenal sehingga masyarakat dapat menerima kehadiran sebuah karya yang merupakan adaptasi dari karya sebelumnya tersebut.
      Kisah para nabi merupakan kisah yang terdapat dalam kitab suci umat Islam yakni Al-Qur’an. Keteladanan yang terdapat dalam kisah para nabi merupakan hal yang sangat positif apalagi bagi anak-anak. Penyampaian yang disajikanpun haruslah beragam. Misalnya didalam bentuk buku cerita berkembang menjadi komik kemudian agar penyampaian lebih menyenangkan maka juga disajikan dalam bentuk film atau visual. Lagu pembuka dari film kisah Nabi Daud juga semakin menarik anak-anak untuk menyaksikan. Vokal yang digunakan juga menggunakan suara anak-anak.

B.     Kerangka Teori

1.      Ekranisasi
Istilah ekranisasi yang muncul ke permukaan sebenarnya bukan dari bahasa Indonesia, tetapi dari bahasa Perancis yang berasal dari kata ecran memiliki arti ‘layar’. Pengertian tersebut dapat dijabarkan bahwa layar adalah alat untuk menampilkan gambar yang terdapat di lensa kamera dengan bantuan cahaya yang diterima.
Ekranisasi adalah proses perubahan dari bentuk sastra satu menjadi bentuk sastra yang lain dengan tidak mengubah inti dari bentuk sebelumnya. Perubahan ini dapat berupa pengurangan maupun penambahan agar karya yang akan dihasilkan memiliki nilai estetis, sehingga dapat menjaring pasaran. Ekranisasi dapat disebut juga sebagai alih wahana, karena terjadi perubahan media yang digunakan untuk menyampaikan pesan kepada penikmat sastra. Perubahan tersebut dapat terjadi pada tokoh yang dibuat sedikit berbeda dari bentuk sebelumnya dapat juga terjadi pada tempat atau latar bahkan dialognya pun juga bias dirubah.
Proses perubahan tersebut tidak terlepas dari pengaruh sosial yang terjadi pada masa dimana sebuah karya sastra dirubah menjadi bentuk karya lain. Seorang ekranisator yang akan melakukan ekranisasi terhadap suatu karya sastra, pasti akan menyesuaikan dengan keadaan pada saat itu. Suatu karya sastra tidak akan dimunculkan apabila tidak ada pesan yang tidak ingin disampaikan oleh seorang pengarang.



2.      Kreativitas
2.1.Kartunisasi
Istilah kartunisasi berasal dari kata kartun yang mendapat akhiran –isasi. Kata kartun sendiri berasal dari bahasa Itali cartone yang arTinya ‘kertas’. Pada mulanya kartun adalah penamaan bagi sketsa pada kertas alot (Stout Paper) sebagai rancangan atau desain untuk lukisan kanvas atau dinding (Wijana, 2003: 4). Kartun dapat diartikan sebagai gambar, gambar hidup yang berupa lukisan tangan manusia.
Kartun pada dasarnya diciptakan untuk menghibur, akan tetapi belakangan ini kartun dapat dialihfungsikan sebagai reaksi dari suatu peristiwa sejarah dalam komunikasi politik. Selain itu, kartun kaya akan permainan bahasa (pon). Kelucuan-kelucuan ini dapat bersifat universal dan adapula yang bersifat khas. Kelucuan yang bersifat universal berarti fenomena itu dapat ditemui pula dalam humor dengan media bahasa yang lain. Sedangkan kelucuan yang bersifat khas berarti kelucuan tersebut hanya ditemui dalam kartun berbahasa Indonesia sebagai refleksi kekhasan budaya, kebiasaan berbahasa dan sistem bahasa (Wijana, 2003: 6).
Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi, memunulkan suatu kreativitas dari para ilmuwan, yaitu muncunya sebuah istilah animasi. Istilah itu diadopsi dari bahasa Inggris yaitu animal yang berarti ‘binatang atau hewan’. Dengan demikian, animasi adalah kartun dengan tokoh yang diperankan oleh binatang yang dapat digerak-gerakkan dengan menggunakan progran komputer sehingga tokoh tersebut dapat bergerak, berbicara, dan bergaya layaknya seperti manusia. Kartun dapat pula didefinisikan sebagai proses menggerakkan objek atau bahkan menggerakkan cahaya atau kamera virtual (Awaluddin, 2004: 3).

2.1.Pengembangan Karakter Tokoh
Menurut definisi, karakter berasal dari bahasa Inggris yaitu dari kata character yang berarti watak, peran, dan huruf. Karakter juga bisa diartikan sebagai orang, masyarakat, ras, sikap mental dan moral, kualitas nalar, orang terkenal, tokoh dalam karya sastra, reputasi dan tanda atau huruf (Minderop, 2005: 2). Minderop juga mengistilahkan karakterisasi atau dalam bahasa Inggris berarti pemeranan, pelukisan watak. Metode karakterisasi dalam telaah karya sastra adalah metode melukiskan watak para tokoh yang terdapat dalam suatu karya fiksi. Pada umumnya telaah karakter tokoh dalam suatu karya sastra bertujuan akhir, yakni memahami tema dari karya tersebut.
Seorang tokoh adalah layaknya manusia biasa yang hidup sehari-hari sebagai makhluk sosial. Dia selalu berinteraksi dan berkominikasi dengan individu lain serta saling pengaruh-mempengaruhi. Meskipun tokoh tersebut adalah rekaan, tetapi pesan yang dimainkan merupakan replika dari kehidupan nyata. Seorang aktor dituntut untuk memiliki imajinasi dan kreativitas yang tinggi. Dengan kemampuannya tersebut, ia akan berhasil dalam memerankan setiap tokoh yang dimainkan, sehingga film yang dipublikasikan dapat diterima oleh masyarakat luas.
Bagi penulis, mengembangkan sebuah karakter pada tokoh yang natural, menarik, dan dapat diterima oleh masyarakat luas merupakan sebuah tantangan yang menarik. Artinya, justru di sanalah kreativitas seorang penulis dipertaruhkan. Ketika tokoh A berbicara, penulis tidaklah sedang berbicara melalui tokoh itu. Akan tetapi, penulis hanya menyampaikan inti pesan yang ingin dicapai dengan cara menyampaikannya melalui kata-lata tokoh A tersebut sesuai dengan watak, lingkungan dan sosial-budaya tokoh A. hanya dengan cara seperti itu, seorang penulis akan dapat menampilkan seorang tokoh yang berkarakter, yang hidup secara berbeda dengan tokoh yang lain (Asura, 2005: 89).
Untuk menghadirkan dan menampilkan tokoh yang berkarakter jelas, perlu dilakukan pemetaan lingkungan tokoh dengan cara mendiskusikan sebuah lingkungan di alam nyata. Pendiskripsian lingkungan tersebut sangat penying, karena di tempat itulah terdapat sebuah interaksi sosial antarindividu yang saling mempengaruhi baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap perkembangan watak tokoh.

C.Pembahasan
            Pengangkatan visualisasi kartun kisah nabi Daud merupakan adopsi dari kisah Nabi Daud yang dituangkan di dalam kitab suci Al-Qur’an. Sebenarnya kisah nabi Daud yang diangkat dalam visualisasi ini merupakan salah satu kisah dari para nabi yang diangkat ke dalam visualisasi film kartun.


1.      Sekilas tentang film kisah nabi Daud
Visualisasi yang ditampilkan dalam kartun kiash nabi Daud ini memang cukup sederhana. Selain untuk mempermudah di cerna oleh anak-anak, kartun ini juga mengisahkan tentang nabi Daud yang masih kecil. Dimana senjata yang digunakan oleh Daud kecil yaitu ketapel memang sangat khas dengan dunia anak-anak. Itulah kenapa dalam film ini memang mensajikan kartun nabi Daud kecil. Agar mudah untuk menyatu dengan jiwa anak-anak juga akan memberikan kesan kepada anak-anak bahwasanya seakan-akan itu adalah teman mereka. Film kartun yang disajikan dengan durasi + 30 menit ini memiliki tujuan agar anak-anak tidak cepat merasa  bosan menonton.

2.      Tokoh-tokoh dalam kartun kisah Nabi Daud
Tokoh-tokoh yang ditampilkan dalam kisah nabi Daud ini memang sesuai dengan apa yang terdapat dalam Al-Quran. Karena agar lebih mudah untuk dipahami maka kartun ini hanya mengisahakan tentang kekalahan raja Jalut yang sanagt kejam oleh nabi Daud. Karena film ini merupakan film kartun, maka hanya diisi suaranya oleh Dubber atau pengisi suara dan didalam film ini juga tidak dicantumkan siapa saja yang berperan sebagai Dubber. Dalam penayangan para crew pembuatan film pun juga tidak menuliskan siapa saja Dubber yang berperan dalam film tersebut. Penambahan tokoh cerita dalam kartun ini untuk memudahkan bagi yang menyaksikan. Seperti misal:
-          Munculnya tokoh seorang bapak-bapak tua yang sedang di hadang oleh seorang penjahat kemudian datanglah nabi Daud dengan ketapelnya mampu mengalahkan penjahat tersebut. Ini memberikan suatu efek fungsi bahwa meskipun masih dalam anak-anak haruslah tetap membela kebenaran meski hanya bermodalkan ketapel. Maka akan mudah di pahami oleh anak.

E.     Daftar Pustaka
Asura, Enang Rokajat. 2005. Panduan Praktis Menulis Skenario dari Ikan sampai Sinetron. Yogyakarta: Andi.
Marsam, Leonardo D, Zulkarnaen Y, dkk. 1983. Kamus Praktis Bahasa Indonesia. Surabaya: CV. Karya Utama.
Minderop, AlberTine. 2005. Metode Karakterisasi Telaah Fiksi. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Modul CERDIK. 2009. Ilmu pengetahuan Alam. Solo: Usaha Mandiri.
Teeuw, A. 1988. Sastra dan Ilmu Sastra: pengantar teori sastra. Jakarta: Pustaka Jaya.
Wijana, I Dewa Putu. 2003. Kartun dan Karikatur. Yogyakarta: Obor.
http://www.docstoc.com diakses pada hari rabu 28 desember 2011 pukul 14.00 WIB.
http://septabae.wordpress.com diakses pada hari rabu 28 desember 2011 pukul 13.30 WIB.















Thalut mengumumkan Sayembara untuk mengalahkan Jalut

 
Lampiran:
Kerangka Tokoh “Kisah Nabi Daud”













 



 Bani israil yang kehausan melanggar larangan Thalut
 
Putra dari Isya       
                                               Hanya orang          bukan
Pasukan yang tinggal sedikit mampu mengalahkan pasukan palestina
 
                                            biasa                    keturunan bangsawan
 




                                                                   Ilmunya luas           badannya perkasa          memahami ilmu perang
Di serang oleh bangsa palestina
Tokoh :
1.      Nabi Daud
2.      Samuel
3.      Thalut
4.      Orang-orang Bani Israil
5.      Jalut
6.      Orang-orang tentara Palestina



A.    Even kisah “Nabi Daud” adalah sebagai berikut .
1.      Sifat seorang nabi
a.       Berani melawan kemungkaran.
b.      Berani menegakkan kebenaran.
c.       Berani menerima cobaan seberat apapun.
d.      Berkorban apapun untuk agama Allah SWT.
2.      Salah satu nabi yang terkenal akan keberaniannya adalah nabi Daud
a.       Putra bungsu dari seorang ayah bernama Isya dari Bani Israil.
b.      Daud kecil adalah seorang penggembala domba dan sangat menyayangi binatang.
c.       Saat istirahat ketika sedang menggembalakan dombanya Daud kecil seolah sedang berbicara dengan domba-dombanya tersebut.
d.      Daud kecil dan keluarganya bahagia hidup sederhana dengan memelihara domba.
3.      Kehidupan Daud dan bani Israil tiba-tiba berubah.
a.       Pemimpin bani Israil tidak adil dan bertindak sewenang-wenang kepada rakyatnya.
b.      Bani Israil juga meninggalkan ajaran nabi Musa dan nabi Harun
c.       Dalam keadaan yang tidak nyaman Bani Israil diserang oleh bangsa Palestina.
4.      Allah mengutus nabi Samuel
a.       Nabi Samuel mengajak bani Israil untuk  kembali merdeka tidak terjajah lagi
b.      Mengajak bani Israil untuk kembali ke jalan Allah
c.       Bani Israil bersedia dan meminta kesempatan untuk bermunajat kepada Allah.
5.      Setelah beberapa hari kemudian Samuel mendatangi kaum bani Israil.
a.       menunjuk Talut sebagai pemimpin bani Israil.
b.      Bani Israil tidak setuju karena Thalut bukan siapa-siapa , dia hanya orang biasa, bukan bangsawan.
6.      Penegasan Samuel tentang Thalut
a.       Allah telah memilih Thalut karena keperkasaannya  dan pengetahuan ilmunya yang luas.
b.      Thalut mengajak kepada bani Israil untuk membuktikan kepantasan Thalut sebagai pemimpin mereka.
7.      Bani Israil terkejut ketika tiba di rumah Thalut.
a.       Dirumah Thalut ditemukan kitab yang biasa disebut Tabut yang telah lama hilang.
b.      Samuel menjelaskan bahwa itu adalah kitab Tabut nabi Musa dan Harun
c.       Kitab Tabut yang didalamnya terdapat firman Allah yang menenangkan hati
d.      Tabut adalah kitab yang diantarkan oleh malaikat jibril dari Allah kepada Thalut sebagai tanda bahwa Thalutlah yang ditunjuk Allah untuk tampil menjadi raja kaum bani Israil.
8.      Thalut  diangkat  menjadi pemimpin kaum bani Israil
a.       Thalut sangat gigih strategi perang untuk melawan penjajah.
b.      Beliau orang yang sangat disiplin dan amanah menjadi pemimpin.
c.       Sebelum mengajarkan strategi perang Thalit terlebih dahulu melatih  calon tentaranya untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah.
d.      Daud yang sudah mulai menginjak remaja ikut bergabung dengan calon tentara Thalut.
e.       Daud sangat senang karena saat untuk melawan penjajah akhirnya datang juga.
9.      Pasukan perang untuk melawan pasukan Palestina dipersiapkan .
a.       Seluruh  pasukan berbaris dengan gagah berani .
b.      Setiap melewati desa mereka dielu-elukan membuat mereka semakin merasa hebat.
c.       Thalut menjadi khawatir mereka akan menjadi sombong
d.      Sepanjang jalan Thalut terus berdoa agar mereka selalu diberkan jalan yang lurus dan benar.
10.  Saat perjalanan panas terik matahari seakan membakar dan membuat tenggoroka mereka menjadi sangat kering.
a.       Mereka merasakan haus yang luar biasa.
b.      Persediaan air minum sampai menipis.
c.       Terik itulah yang kemudian menjadi ujian yang berat bagi mereka.
11.  Thalut memperingatkan kepada pasukannya bahwa didepan ada sungai namun pasukannya hanya diperbolehkan meminum satu tehukan saja.
a.       Dari jauh tampak sungai yang berkilauan.
b.      Pasukan Thalut yang sangat kehausan melupakan apa yang diperintahkan thalut.
c.       Salah seorang prajuritnya  tiba-tiba berteriak bahwa didepan ada air.
d.      Beberapa tentara langsung berlari dan menanggalkan senjata yang mereka bawa.
e.       Mereka langsung terjun dan meminum air sungai yang airnya sangat segar itu dengan sepuas-puasnya.
f.       Thalut mencoba mencegah namun gagal, mereka tidak menghiraukan.
g.      Thalut hanya bisa mengelus dada melihat tentaranya kesetanan minum dan mandi air sungai.
12.  Kini pasukan Thalut tinggal sebagian kecil saja.
a.       Diantara pasukan yang tersisa adalah Daud.
b.      Daud terlihat sanagt gagah dengan ketapel bandringnya.
c.       Dia salah satu bala tentara yang diandalkan Thalut.
13.  Meskipun mereka tinggal sedikit namun mereka tidak mau menyerah.
a.       Mereka terus berjalan untuk berperang melawan pasukan palestina.
b.      Tepat pada saat senja tiba keberanian pasukan thalut menyerang pasukan palestina terbukti.
14.  Saat mereka mulai kalah dari pasukan bani Israil, pasukan palestina segera melaporkan kepada panglima Jalut.
a.       Jalut adalah pemimpin pasukan palestina yang terkenal kejam.
b.      Senjata andalan Jalut adalah sebuah gada yang amat besar, sebesar badannya.
c.       Jalut akhirnya turun ke medan perang.
d.      Badannya yang tinggi menjulang, besar dan berbulu terlihat seperti raksasa yang sedang kelaparan.
e.       Gada yang besar diayunkan kesana kemari membuat banyak pasukan bani Israil terbunuh.
15.  Melihat hal itu, Thalut meminta pasukannya segera  mundur.
a.       Pasukan Thalut naik ke atas bukit dan berlindung di balik batu-batu besar.
b.      Thalut membuat sayembara bahwa barang siapa yang sanggup mengalahkan Thalut akan dinikahkan dengan putrinya yang bernama Mikyal yang sangat cantik dan baik budi pekertinya serta Sholehah.
c.       Seluruh pasukan terdiam mendengar tantangan dari Thalut.
16.  Tiba-tiba seorang pemuda maju ke depan dan menerima tantangan itu.
a.       Pemuda tersebut hanya membawa ketapel bandring.
b.      Tanpa gentar dia mengatakan akan mengalahkan Jalut.
c.       Pemuda tersebut adalah Daud, calon nabi Allah.
17.  Daud kemudian berdiri diatas batu besar dan berteriak lantang menantang Jalut.
a.       Namun mellihat badan Daut yang tidak seberapa membuat pasukan palestina terpingkal-pingkal.
b.      Mereka mengejek keberanian Daud.
18.  Namun ejekan mereka tidak berlangsung lama.
a.       Daud dengan gesit melompat dari batu ke batu dengan teriakan yang menggetarkan .
b.      Kemudian Daud berdiri di hadapan Jalut dengan gagahnya.
c.       Suasana hening melihat keberanian Daud.
19.  Tiba-tiba Jalut memutar gadanya yang besar seperti puting beliung.
a.       Daud yang tidak mau kalah memutar ketapel bandringnya dengan penuh konsentrasi.
b.      Daud yang cerdik teringat ketika beberapa kali membunuh srigala dengan ketapel bandringnya.
c.       Sekarang akan ia lakukan untuk memmbunuh Jalut yang kejam dan sombong.
d.      Daud melesat sangat cepat.
e.       Jalut tidak bisa mengelak , seperti petir menyambar batu itu mengenai dahi Jalut.
20.  Jalut berteriak keras merasakan sakit yang luar biasa.
a.       Gerakannya pun mulai melambat dan akhirnya terhenti.
b.      Badab jalut yang tinggi besar limbung jatuh ketanah.
c.       Malaikat Izrail mencabut nyawanya.
21.  Melihat kejadian tersebut Thalut tidak membiarkan pasukannya untuk bersorak-sorai.
a.       Sambil berdiri Thalut berteriak lantang untuk menyerbu pasukan palestina.
b.      Dengan semangat luar biasa pasukan Bani Israil turun dari bukit dan menyerbu pasukan palestina.
c.       Pasukan palestina yang sudah kehilngan pemimpin menjadi kehilangan strategi perang.
d.      Satu per satu mereka gugur.
22.  Pasukan Bani Israil akhirnya memenagkan peperangan.
a.       Mereka kembali menjadi orang yang merdeka.
b.      Mereka sanngat berterima kasih sekali dengan keberanian Daud.
c.       Calon Nabi Allah.
d.      Hanya dengan ketapel bandring, belliau mampu mengalahkan jalut, panglima perang yang sangat terkenal kebengisannya.
e.       Maha suci Allah dengan segala kehendaknya.




















Tidak ada komentar:

Posting Komentar